Perajin Kain Songket di Tambusai Utara Butuh Suntikan Modal


Mulyati, seorang perajin kain tenun songket di Desa Suka Damai, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu mengaku masih kekurangan modal untuk mengembangkan usaha tenunnya.
Wanita berusia 35 tahun ini telah menyampaikan kekurangan modal usaha kepada Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Rohul Hj. Magdalisni, saat kunjungannya ke daerah itu bersama Kepala Diskoperindag Rohul Tengku Rafli Armien, dan Camat Tambusai Utara Gorneng. 
Kepada Ketua Dekranasda Rohul, Mulyati menerangkan karena masih kekurangan modal, usahanya masih menggunakan alat tenun buatan sendiri dan masih sederhana. Alat sederhana itu dinilai belum efektif. Pasalnya, untuk membuat 1 set kain songket, mereka membutuhkan waktu antara 10 hingga 15 hari. Sementara songket dijual dengan harga Rp1,2 juta per set. Selain kekurangan modal, Mulyati mengakui masih kesulitan dalam memasarkan kain songketnya, karena jauhnya desa dari ibukota kabupaten.
"Kami baru memproduksi kain songket kalau ada pesanan," kata Mulyati kepada Ketua Dekranasda Rohul. Mulyati mengakui bahwa tidak sedikit warga sekitar berminat belajar membuat kain songket kepada dirinya. Tidak sedikit warga berharap, jika ada bantuan modal, mereka ingin memajukan usaha tenun songket dan kelak menjadi penghasilan tetap bagi mereka.Dalam membantu modal bagi Mulyati, Pemkab Rohul salurkan bantuan modal usaha Rp5 juta. Dekranasda membantu 2 unit alat tenun bukan mesin (ATBM), untuk memperlancar proses produksi dan memajukan usaha kain songket.
Ketua Dekranasda Magdalisni mengatakan untuk membantu pemasaran hasil tenun songket Mulyati, dirinya akan berkoordinasi Diskoperindag Rohul serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rohul.Menurut Magdalisni, kain songket cukup dikenal di tanah melayu, apalagi kerap digunakan di acara formal ataupun nonformal."Bahkan, setiap hari Kamis, pegawai di lingkungan Pemkab Rokan Hulu diwajibkan untuk memakai baju melayu lengkap, tentu kain kain songket," jelas Anggota DPRD Riau.Istri orang nomor satu di Rohul ini menambahkan, sangat memungkinkan bagi perajin kain tenun dalam mendapatkan prospek pemasaran yang lebih baik. Apalagi, Pemkab Rohul melalui Deskrasnada Rohul peduli dengan seluruh perajin.